SANGATTA, 20 Oktober 2026 – Jalannya aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Kutai Timur di depan Kantor Sekretariat DPRD Kutai Timur dipastikan berjalan aman dan kondusif berkat pengamanan ketat dari aparat gabungan Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur.
Aksi damai yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut diikuti oleh puluhan aktivis mahasiswa. Personel pengamanan telah disiagakan di area gerbang utama serta sekitar Gedung DPRD Kutai Timur sejak pagi hari guna mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Petugas di lapangan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib. Massa mahasiswa membentangkan spanduk aspirasi dan melakukan orasi secara bergantian di halaman kantor legislatif tersebut dengan pengawalan melekat dari petugas pembawa barikade.
Dalam aksi ini, DPC GMNI Kutai Timur menyuarakan empat poin tuntutan utama. Tuntutan tersebut meliputi desakan penetapan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional, evaluasi kinerja instansi penanggulangan bencana daerah, audit proyek infrastruktur daerah yang mangkrak, serta kritik terhadap isu konstitusi di tingkat nasional.
Aspirasi dan berkas tuntutan dari para demonstran secara langsung diterima oleh Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Akhmad Sulaiman, yang mewakili unsur pimpinan dewan. Pihak DPRD memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan menjaga situasi tetap tertib dan damai hingga aksi membubarkan diri secara mandiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!